Halim Inside Blog

sesuatu yang membuatku tersenyum
August 8, 2010

Backpacker Beraksi – Lost In Malaysia

Author: halim inside - Categories: blog, curhat, tips, travelling - Tags: , , , , , , , , , ,

Backpackeran kali ini lebih seru gak kek yang maren-maren.. Hehehe.. Perasaan baru sebulan yang lalu saia ke Malaysia.. Liad tulisan backpackeran saia bulan kemaren.. Part 1, Part 2, Part 3 dan Part 4..!!

“Kok seru bang..?? Apa yang buat seru..??” -Hhhmmmm.. Maw tau..?? PASSPORT saia HILANG di Johor Bahru.. Damnnnn…!! Mampusss..!! Berasa imigran gelap.. Anjis bner..!! :D

kuala lumpur convention centre

“Wakzz.. Sumpe bang..?? Kok bisa..!!” -Iie.. Sepertinya tertinggal waktu scan barang di Custom Imigrasi Malaysia.. Dan sialnya.. Saia menyadarinya setelah sampai di Kuala Lumpur.. Sedangkan passport tertinggal di Johor.. Jarak yang ditempuh hampir 400km untuk kedua lokasi tersebut..!! :( Baca Selengkapnya…

May 25, 2010

Sharing Dan Diskusi Fotografi Bersama Arbain Rambey

Author: halim inside - Categories: photography, tips - Tags: , , , , , , , ,

Sharing Foto & Diskusi yang berlokasi di Novotel Batam ini dibuka dengan obrolan ringan.. Bang Arbain yang bercerita.. dia motret tiab hari, dan dalam sehari dia selalu menghabiskan minimal 4 gigabyte dari tempat penyimpanan datanya..!! “mak jang..!!” klo saya motret tiab hari minimal 4 gigabyte.. Cuma brapa hari bisa tiwas harddisk saia.. Ck ck ck.. trus katanya.. “saya gak pernah beli kamera.. tapi smua kamera pernah saya coba.. Setiap ada kamera jenis baru, pasti saya dapet kesempatan untuk nyobain duluan..” (bagian yang bikin IRI mampusss..!!) :(

sumber: forum.kompas.com

Dalam diskusi fotografi kali ini, Wartawan Senior Kompas ini tidak membahas tentang teknik fotografi.. Karena peserta diskusi dianggap sudah bisa.. dalam beberapa penjelasannya.. Iia mengatakan..!! “saya biasa pake mode A (aparture priority).. Dalam mengajar saya juga menyarankan mode A.. Kalau ngajar pake mode M.. Gak maju-maju..!!” bgitu ujarnya..!! Lalu peserta diskusi pun tertawa ngakak..!! :D Baca Selengkapnya…

September 14, 2009

Tips Memilih Netbook

Author: halim inside - Categories: technology, tips - Tags: , ,

acer-aspire-one-a110-netbookHarga netbook alias komputer jinjing mini sekarang semakin terjangkau saja. Para vendor berlomba menawarkan produk dengan harga yang semakin murah. Malah sekarang ada tren baru: mem-bundle netbook dengan modem Internet.
Jika Anda sudah memutuskan untuk membeli sebuah netbook, pertimbangkanlah hal-hal berikut ini.

l Kebutuhan
Netbook bisa menangani Office, musik digital, video, Internet, sampai presentasi. Hanya, jangan berharap banyak pada performa mumpuni. Intel Atom di dalamnya memang tak didesain untuk “tugas-tugas” berat, seperti komputasi grafis. Bila ini yang menjadi perhatian Anda, jangan membeli netbook.

1. Fitur
Netbook umumnya beroperasi dengan Linux atau Windows XP. Dengan Linux, harganya jadi lebih murah. Tetapi antarmukanya mungkin tak akrab di mata. Windows harganya lebih mahal, tapi lebih mudah untuk melengkapi fungsi tambahannya.

Baca Selengkapnya…

February 26, 2009

10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes

Author: halim inside - Categories: tips - Tags: , ,

Junk Food Dalam hidup ini berlaku hukum “tabungan”. Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes?

1. Teh manis

Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.

Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Gorengan

Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.

Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil

Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.

Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur.

Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.

Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Malas beraktivitas fisik

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.

Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.

Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering stres

Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.

Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

7. Kecanduan rokok

Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.

Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi

Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.

Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam

Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.

Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum ”berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda

Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.

Pengganti: Jus dingin tanpa gula.*

SUMBER

February 23, 2009

5 Langkah Mengatasi Kelemahan Diri

Author: halim inside - Categories: tips - Tags: ,

confidenceNO BODY’S PERFECT. Semua orang punya kelebihan dan kelemahan. Kelebihan atau kekuatan bisa mendatangkan sukses, sedangkan kekurangan atau kelemahan bisa mendatangkan masalah atau kegagalan. Karena itu, penting untuk memperbaiki kelemahan sebelum menimbulkan kejatuhan.

Berikut ini tip yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kelemahan dan kekurangan yang ada dalam diri Anda:

Kenali kesalahan dan introspeksi

Untuk mengetahui di mana letak kesalahan Anda, telusuri semua kesalahan yang bisa dilihat. Berusahalah untuk menemukan kesalahan yang ada dalam diri Anda. Pikirkanlah mengapa Anda sampai melakukan kesalahan tersebut dan mengapa sampai Anda memutuskan untuk melakukan kesalahan tersebut. Analisalah. Jika Anda ingin mengenali kelemahan dalam diri Anda, introspeksilah. Egosentris adalah sifat di mana manusia selalu menjadikan diri sendiri sebagai titik pusat suatu pemikiran atau perbuatan. Jadi dapat disimpulkan bahwa saat orang menilai dirinya sendiri, orang akan selalu membenarkan sikapnya karena mengacu pada cara pandangnya sendiri. Untuk mencari penilaian yang obyektif, sebaiknya yang menilai adalah orang lain yang sudah mengenal Anda.

Buat catatan harian

Setelah Anda mengevaluasi diri dengan bertanya kepada orang-orang yang sudah mengenal Anda dengan baik, langkah selanjutnya adalah membuat catatan. Langkah ini memang lebih sulit, tapi memberikan hasil yang lebih baik. Buat catatan harian secara jujur dan terus terang, sama seperti apa yang orang-orang ungkapkan pada Anda. Kejujuran itu terkadang pahit. Tapi rasa pahit itu terkadang adalah rasa yang lezat untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Terbuka terhadap kritikan

Anda benar-benar perlu mengetahui kelemahan Anda. Siapkan mental untuk mendengarkan kebenaran yang sulit tentang diri Anda sendiri. Simak tanggapan mereka. Dengarkan secara cermat tanggapan mereka. Tak ada gunanya Anda meminta penilaian jika tidak mendengarkan. Buka diri dan pikiran Anda untuk menerima segala kritikan orang lain terhadap Anda. Dan jadikan kritikan tersebut pemicu semangat Anda untuk memperbaiki diri dan mengembangkan segala potensi diri yang ada.

Motivasi diri Anda

Tanamkan dalam diri Anda bahwa Anda mampu menjadi orang yang lebih baik. Berpikirlah positif tentang apa pun, termasuk tentang diri Anda. Jadikan kegagalan dan kesalahan masa lalu sebagai suatu pembelajaran untuk meraih prestasi. Hidup adalah suatu pembelajaran. Anda tidak akan pernah berhenti mencapai tujuan akhir dari kehidupan, yakni kematian. Anda harus punya semangat dan motivasi untuk memperbaiki diri. Kita semua memiliki kelemahan dan kekurangan. Namun bila kita mampu memahaminya, kekurangan itu sebetulnya bisa menjadi lebih dalam diri kita. Jadikanlah kekuranganmu sebagai kelebihanmu.

Sadari kelebihan dan tingkatkan

Segala sesuatu memiliki dua sisi. Begitu pun dengan diri kita. Di tengah kekurangan pasti ada kelebihan. Yang harus kita lakukan dalam hidup ini adalah selalu berusaha maksimal, yakin akan diri kita, dan selalu berpikir positif. Masing-masing kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Ada keunikan dan keunggulan dalam diri kita. Jangan selalu menggali keburukan diri sendiri. Cobalah menggali kelebihan diri. Misalnya, Anda tidak pintar, tapi sikap Anda baik. Itu kelebihan Anda. Atau Anda tak pandai berbicara, tapi punya hati untuk mendengarkan orang lain. Itulah kelebihan Anda. Sadarlah bahwa orang sukses juga mempunyai kekurangan. Tapi mengapa ia sukses? Karena tak berhenti pada kekurangannya.
(Genie/Genie/tty)

SUMBER