Di tengah menipisnya lapisan ozon secara global, langit Indonesia masih relatif baik untuk menangkal sengatan radiasi matahari. Lapisan ozon Indonesia, menurut peneliti ozon dan polusi udara Ninong Komala, masih tergolong normal untuk daerah ekuator.

Namun begitu, angka terendah ozon di Indonesia masih dibawah angka normal. “Karena itu masyarakat diminta tidak memakai produk yang masih merusak ozon,” katanya saat jumpa pers Hari Ozon sedunia yang diperingati tiap 16 September, Rabu (16/9), di Bandung.

Menurut peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional itu, produk yang masih mengandung bahan perusak ozon misalnya lemari es atau mesin pendingin, serta tabung pemadam api. Khususnya yang masih memakai bahan HFC dan Halon. “Kalau freon pada kulkas misalnya, kan sudah dilarang sesuai protokol Montreal 1987,” ujarnya.

Baca Selengkapnya…