Halim Inside™ Blog

sesuatu yang membuatku tersenyum
March 28, 2009

Earth Hour – Save Our Earth

Author: halim inside - Categories: social - Tags: , ,

earth hour Earth Hour   Save Our EarthEarth Hour adalah sebuah acara internasional tahunan yang diadakan oleh WWF (World Wide Fund for Nature/World Wildlife Fund), diselenggarakan setiap Sabtu terakhir bulan Maret, yang meminta rumah dan perkantoran untuk mematikan lampu yang tidak diperlukan dan peralatan listrik selama satu jam untuk memunculkan kesadaran atas butuhnya tindakan menghadapi perubahan iklim. Dirintis oleh WWF Australia dan Sydney Morning Herald tahun 2007, dan memperoleh partisipasi dunia tahun 2008. Earth Hour berikutnya akan dilakukan pada hari Sabtu, 28 Maret 2009 pukul 8:30 malam, waktu lokal.

Earth Hour 2008

Dengan 35 kota di seluruh dunia berpartisipasi sebagai kota partisipan resmi dan lebih dari 400 kota yang juga mendukung, Earth Hour 2008 adalah kesuksesan besar, dirayakan di ketujuh benua. Markah tanah terkenal di seluruh dunia mematikan lampu mereka untuk Earth Hour yang juga termasuk Empire State Building (New York City), Sears Tower (Chicago), Golden Gate Bridge (San Francisco), Bank of America Plaza (Atlanta), Sydney Opera House (Sydney, Australia), Wat Arun Buddhist Temple (Bangkok, Thailand), Colosseum (Rome, Italia), Royal Castle (Stockholm, Swedia), London’s City Hall (Inggris, Britania Raya), Space Needle (Seattle), dan CN Tower (Toronto, Kanada).

Situs web resmi untuk acara ini, earthhour.org, menerima sekitar 6.7 juta pengunjung unik dalam minggu-minggu menjelang Earth Hour. Situs web lain juga mengambil bagian dalam acara ini, dengan halaman utama Google menjadi “gelap” pada hari ketika Earth Hour dilakukan.

Menurut survei online Zogby International, 36 juta orang berpartisipasi dalam Earth Hour 2008, dengan perkiraan 50 juta orang melakukan hal yang sama di seluruh dunia. Survei ini juga memperlihatkan peningkatan 4 persen dalam kesadaran terhadap masalah lingkungan seperti perubahan iklim, langsung setelah acara ini.

earth hour sydney 226x300 Earth Hour   Save Our EarthEnergi yang dihemat pada Earth Hour 2008

Menurut WWF Thailand, Bangkok mengurangi penggunaan listrik sebesar 73.34 megawatt, yang mana, satu jam, sama dengan 41.6 ton karbon dioksida.[12] Bangkok Post memberikan jumlah 165 megawatt-jam dan 102 ton karbon dioksida. Ini sangat kurang dibanding kampanye yang dicanangkan Balai Kota Bangkok satu tahun sebelumnya di bulan Mei dimana 530 megawatt-jam dihemat dan 143 ton emisi karbon dioksida dipotong. Toronto menghemat 900 megawatt-jam listrik. 8.7% dihemat bila diukur dengan malam Sabtu biasa pada bulan Maret. Irlandia, seluruhnya, memiliki pengurangan penggunaan listrik sebesar 1.5% pada malam itu. Dalam periode tiga jam antara 18:30 dan 21:30, terdapat pengurangan 50 megawatt, menghemat 150 megawatt-jam, atau sekitar 6 ton karbon dioksida.Golden Gate Bridge dan taman terbuka umum Marin Headlands di belakang, sebelum (inset) dan dan selama Earth Hour 2008

Di Dubai, sementara lampu luar di beberapa markah tanah besar dimatikan dan lampu jalan di beberapa wilayah diredupkan hingga 50%, Electricity and Water Authority melaporkan penghematan 100 megawatt-jam listrik. Ini merupakan pengurangan 2.4% penggunaan listrik dibandingkan jam ini dimulai.Sky Tower di Auckland, Selandia Baru, menghentikan mandi cahayanya selama Earth Hour, dan menghidupkannya kembali setelah itu.

Hasil terbaik berasal dari kota Christchurch, Selandia Baru. Kota ini melaporkan pengurangan 13% penggunaan listrik. Tetapi Transpower melaporkan bahwa konsumsi tenaga Selandia Baru selama Earth Hour adalah 335 megawatt, lebih tinggi dari rata-rata 328 megawatt dua Sabtu sebelumnya. Melbourne, Australia menghemat 10.1% penggunaan listriknya. Sydney, kota yang berpartisipasi dalam Earth Hour 2007 dan 2008, menghemat 8.4% konsumsi listrik. Walaupun lebih rendah daripada 10.2% di tahun 2007, direktur eksekutif Earth Hour Andy Ridley mengklaim bahwa partisipasi kota ini sama seperti tahun sebelumnya, dengan memperhitungkan ruang kesalahan.

Hasil terburuk berasal dari Calgary, Kanada. Konsumsi tenaga kota naik 3.6% selama penggunaan listrik mencapai puncaknya di jam itu. Layak diketahui bahwa di Calgary, dimana cuaca memainkan peran besar dalam konsumsi tenaga, kota ini mengalami cuaca 12C lebih dingin dari temperatur Sabtu sebelumnya.

Earth Hour 2009

Earth Hour 2009 diadakan pukul 8:30-9:30 tanggal 28 Maret 2009. Saat ini, 80 negara dan 750 kota ‘bergabung dengan Earth Hour 2009′, sebuah peningkatan drastis dari orang-orang yang berpartisipasi di 35 negara untuk Earth Hour 2008. 1 milyar ‘suara’ adalah tujuan utama untuk Earth Hour 2009, dalam konteks menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2009.

February 28, 2009

Jangan Lupa Matikan Lampu Nanti Malam, Cukup Sejam Saja!

Author: halim inside - Categories: social - Tags: , ,

hemat listrik 222x300 Jangan Lupa Matikan Lampu Nanti Malam, Cukup Sejam Saja!JAKARTA, SABTU – Kampanye global untuk menekan pemanasan global akan dilakukan dalam bentuk gerakan mematikan lampu sejagat. Tahun ini, kampanye yang diberi nama Earth Hour 2009 ini akan dilakukan serentak Sabtu (28/2).

Seluruh penduduk dunia diimbau untuk mematikan lampu di rumah. Tidak perlu sehari tapi cukup satu jam saja dari pukul 20.30 hingga 21.30. Pastikan semua alat elektronik yang tidak terpakai dalam kondisi power off bukan stand by.

“Sasaran kami mencapai satu milyar orang, lebih dari 1000 kota, semua bersatu untuk bersama-sama dalam upaya global untuk memperlihatkan bahwa mungkinlah untuk mengambil tindakan pada pemanasan global,” demikian pesan yang ditulis dalam situs resmi Earth Hour yang dimotori WWF (Eorld Wildlife Fund). Jakarta termasuk salah satu kota yang telah memastikan akan berpartisipasi. Sejauh ini sudah 680 kota di 77 negara yang telah mendaftar dan akan terus bertambah.

WWF Indonesia memperkirakan, jika seluruh penduduk Jakarta mematikan lampu satu jam, cukup untuk mengistirahatkan kebutuhan listrik sebesar 300 MW. Ini juga akan mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta dan mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 284 ton.

Inisiatif ini telah dimulai pada tahun 2007 di Sydney, Australia dan berhasil melibatkan 2,2 juta rumah hunian dan bisnis termasuk Gedung Opera Sydney. Penjuru global, seperti Golden Gate Bridge di San Francisco, Colosseum di Roma dan papan reklame Coca Cola di Times Square, semuanya membisu dalam kegelapan, sebagai lambang-lambang harapan untuk suatu maksud mulia yang setiap jam semakin mendesak.

Apakah Anda akan melewatkan kesempatan ini saat semua orang bahu-membahu memberikan perhatian sejank kepada Bumi. Lagipula, menyelamatkan Bumi juga bisa dilakukan dengan langkah kecil seperti ini. Kalau kita bisa kenapa tidak?

SUMBER

February 17, 2009

14 Negara Pulau Terancam Hilang

Author: halim inside - Categories: social - Tags:

1013263p 14 Negara Pulau Terancam Hilang

Pulau-pulau yang makin tenggelam

JAKARTA, SELASA – Tanpa upaya mereduksi emisi gas-gas rumah kaca – terutama karbon dioksida – ke atmosfer, dalam jangka panjang bukan hanya pola iklim dan siklus hidup berubah. Hilangnya ribuan pulau, termasuk 14 negara pulau di muka bumi ini, akan mengubah peta dunia.

Bencana ini disebabkan naiknya permukaan laut karena mencairnya es di kutub. Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi dalam pidato kunci pada Pertemuan Ke-25 Dewan Pengarah (Governing Council) Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) di Nairobi, Kenya, Senin (16/2), mengingatkan kembali dampak global dari perubahan iklim.

Pencemaran gas-gas rumah kaca telah berdampak nyata pada naiknya suhu muka laut, mencairnya es di kutub, naiknya tinggi muka laut, tenggelamnya pulau-pulau, serta hancurnya terumbu karang akibat pengasaman dan melemahnya ketahanan pangan dari laut.

Karena itu, dalam pertemuan yang dihadiri delegasi dari 136 negara itu, Freddy mengajak UNEP mengangkat isu laut dan perubahan iklim serta mengundang dunia untuk bersama-sama hadir di World Ocean Conference (WOC) 2009 di Manado untuk menyepakati Manado Ocean Declaration (MOD).

Dalam pertemuan yang akan berlangsung hingga Jumat, delegasi RI dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, beranggotakan Gubernur Sulut sebagai Wakil Ketua Panitia WOC Sinyo H Sarundajang, Sesmenko Kesra/Sekretaris WOC Indroyono Soesilo, Dubes RI di Kenya Budi Bowoleksono, Deputi II Menneg LH Masnellyarti Hilman, Dirjen Multilateral Deplu Rezlan Jenie, dan Kepala BRKP-DKP Gelwyn Yusuf.

Target delegasi Indonesia adalah melaporkan persiapan WOC, Coral Triangle Initiative Summit, dan draf MOD.

Tampil menyampaikan pidato kunci lainnya, yaitu Menteri Pertanian Belanda Gerda Verburg dan Inspektur United Nations System Tadanori Inamata.

Pulau tenggelam

Indroyono Soesilo menambahkan, di antara peserta pertemuan hadir delegasi dari Small Islands Development State (SIDS) yang menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam WOC 2009. Mereka akan mendukung MOD sebagai upaya untuk mitigasi dan adaptasi menghadapi perubahan iklim.

Diperkirakan dari 44 anggota SIDS, 14 negara kecil di antaranya terancam hilang akibat naiknya permukaan laut, antara lain beberapa negara pulau di Samudra Pasifik, yaitu Sychelles, Tuvalu, Kiribati, dan Palau, serta Maladewa di Samudra Hindia.

Akibat pemanasan global, minimal 18 pulau di muka bumi ini telah tenggelam, antara lain tujuh pulau di Manus, sebuah provinsi di Papua Niugini. Kiribati, negara pulau yang berpenduduk 107.800 orang, sekitar 30 pulaunya saat ini sedang tenggelam, sedangkan tiga pulau karangnya telah tenggelam.

Maladewa yang berpenduduk 369.000 jiwa, presidennya telah menyatakan akan merelokasikan seluruh negeri itu. Sementara itu, Vanuatu yang didiami 212.000 penduduk, sebagian telah diungsikan dan desa-desa di pesisir direlokasikan

Karena ancaman nyata itu, delegasi dari negara kepulauan tersebut serta Aljazair dan Tanzania sangat mendukung WOC dan akan hadir di Manado, mengingat negara tersebut terancam hilang dari muka bumi ini akibat perubahan iklim.

Indonesia sendiri berpotensi kehilangan 2.000-an pulau pada tahun 2030 bila tidak ada program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ujar Indroyono, yang juga mantan Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan DKP.

Ekonomi hijau

Dalam pertemuan itu UNEP mengusung tema ”Green is the New Deal”. Meski dunia tengah didera krisis finansial, krisis lingkungan akibat perubahan iklim tetap lebih parah dampaknya. Karena itu, UNEP memperkenalkan green economy, termasuk ketahanan pangan, biofuel, dan berupaya terus mengangkat isu kelautan ke dalam program UNEP, kata Indroyono.

Direktur Eksekutif UNEP Ahiem Steiner dalam sambutannya juga menyatakan mendukung WOC dan memberikan komitmennya akan membawa hasil-hasil WOC dan MOD pada COP-15 UNFCCC yang akan diadakan di Kopenhagen, Desember 2009.

SUMBER