Halim Inside™ Blog

sesuatu yang membuatku tersenyum
October 29, 2011

Kecewa Dengan AXIS

Author: halim inside - Categories: curhat, technology - Tags: , , , ,

Sebenarnya saya males membuat tulisan ini.. ya.. tapi apa boleh buat pihak AXIS tidak merespon komplain yang saya layangkan..

Mengingat saya menggunakan beberapa produk AXIS.. untuk koneksi internet modem saya.. trus.. blackberry saya juga menggunakan operator AXIS.. beberapa keluarga saya & teman-teman juga saya racunin agar menggunakan AXIS..

axis2 300x157 Kecewa Dengan AXIS

Sampai dimana saya dikecewakan AXIS..

Dibawah ini saya tulis beberapa kekecewaan saya terhadap AXIS.. Baca Selengkapnya…

August 17, 2011

Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke 66 Tahun

Author: halim inside - Categories: blog, curhat, social - Tags: , , , ,

Dirgahayu negaraku Rapublik Indonesia yang ke 66 tahun.. wah.. sudah lumayan tua ya.. bila di ibaratkan dengan manusia.. berarti umur segitu sudah kakek-kakek.. icon biggrin Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke 66 Tahun

299961 2368839904355 1351186761 32846054 6581900 n Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke 66 Tahun
Hut RI by @KDRI

66 tahun kemerdekaan Indonesia lebih istimewa tahun ini.. salah satunya.. ya bertepatan di bulan puasa.. yang lebih istimewa lagi.. tanggal 17 Agustus 2011 ini pas bertepatan dengan 17 Ramadhan 1434 H.. 17 Ramadhan berarti juga Nuzulul Qur-an.. meskipun ada beberapa pendapat yang menyebutkan 17 Agustus bertepatan pada 8 atau 9 Ramadhan.. ya tapi tak masalah.. disini saya cuma memaknai moment 17 Agustus dan 17 Ramadhan.. Baca Selengkapnya…

February 25, 2009

Tanpa Rokok, Konser Musik Tetap Jalan

Author: halim inside - Categories: music - Tags: , , ,

java jazz festival 2009 Tanpa Rokok, Konser Musik Tetap JalanJAKARTA, RABU – Meski tanpa kerja sama dengan industru rokok, Jakarta International Java Jazz Festival 2009 dapat berlangsung.

Karena itu, Komisi Nasional Perlindungan Anak menyampaikan terima kasih kepada PT Java Festival Production, penyelenggara acara ini.

“Industri rokok membentuk ketergantungan industri musik Indonesia dengan menjadikan produknya sebagai sponsor utama berbagai even musik. Jadi tidak mengherankan apabila sponsorship yang dilakukan industri rokok saat ini dibela oleh banyak pihak seperti musisi bahkan masyarakat secara umum,” papar Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi di Jakarta, Rabu (25/2).

Padahal sesuai studi tentang Dampak Keterpajanan Iklan Rokok dan Kegiatan yang Disponsori Industri Rokok tehadap Aspek Kognitif, Sikap dan Perilaku Merokok Remaja (Komnas Anak-UHAMKA, 2007) membuktikan 81 persen anak-anak pernah mengikuti kegiatan yang disponsori industri rokok.

Kegiatan sponsorship rokok ini berperan dalam inisiasi merokok pad a anak-anak dan menyebabkan anak yang telah berhenti merokok kembali merokok karena turut menghadiri kegiatan yang disponsori oleh industri rokok. Studi ini secara jelas membuktikan bahwa iklan, promosi dan sponsor rokok berpengaruh terhadap inisiasi merokok pada anak dan remaja.

Rokok yang selama ini menjadi sponsor berbagai kegiatan sejatinya adalah produk yang mengandung 4000 racun berbahaya dimana 69 di antaranya adalah zat karsinogenik (penyebab kanker). Lebih dari 70.000 artikel ilmiah membuktikan ba hwa produk tembakau menyebabkan penyakit dan membunuh setengah dari konsumennya.

WHO melaporkan tembakau membunuh 100 juta jiwa pada abad ke-20 dan diperkirakan akan membunuh 1 miliar orang pada abad ini. Di Indonesia sendiri, tembakau membunuh 427.948 ji wa pada tahun 2001 atau sebanyak 1.172 jiwa setiap harinya (Soewarta Kosen, 2004).

Saat ini Indonesia menempati posisi ketiga negara dengan prevalensi perokok tertinggi di dunia (WHO 2008) dengan jumlah perokok anak-anak yang semakin meningkat setiap tahu nnya. Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik menunjukkan, prevalensi perokok remaja usia 15-19 tahun mengalami lonjakan sebanyak 144 persen selama tahun 1995 hingga 2004. Dari 13,7 persen pada tahun 1995 menjadi 32,8 persen pada tahun 2004. Survei ini juga menunjukkan perokok yang mulai merokok pada usia 5-9 tahun meningkat lebih dari 4 kali lipat, dari 0,4 persen pada tahun 2001 menjadi 1,8 persen pada tahun 2004. (LOK)

SUMBER