Halim Inside Blog

sesuatu yang membuatku tersenyum
May 4, 2010

Movie Review: Iron Man 2: Si Manusia Setrikaan

Author: halim inside - Categories: film - Tags: , , ,

Postingan pertama dibulan Mei.. Yeaayy..!! Hmmm.. Maw di isi apaan ye..??

Ohh iiye.. Pengen nge review 2 pelem yang aye tonton hari jum’at di akhir bulan april maren..

Yang pertama.. Si Manusia Setrikaan.. Ataw Iron Man 2.. :D

manusia setrikaan

Jalan ceritanya bgini.. Saya ceritain secara singkat saja lah ya.. Baca Selengkapnya…

March 30, 2010

My Name Is Khan, And I’m Not A Terrorist

Author: halim inside - Categories: film - Tags: , , ,

Beberapa hari lalu saia menonton film yang sudah lama saia tunggu di bioskop.. hampir saia tidak sabar menunggunya.. dan ingin membeli bajakannya.. yang pasti dengan kualitas mengecewakan.. akhirnya saia mampu menahan diri sampai keluar filmnya di bioskop Batam.. :D

Untuk sementara film ini, adalah film yang paling banyak bwad saia menangis dalam scene-scene nya.. and finally.. mataku bengkak selesai nonton nih pelem.. gak enak dengan mata bengkak lanjut jalan abis nonton.. ahahaha.. langsung kabur pulang dah *ngacirr*.. :D Baca Selengkapnya…

January 19, 2010

Inilah Daftar Pemenang Golden Globe

Author: halim inside - Categories: film - Tags: ,

“Avatar” meraih posisi paling bergengsi dalam penganugerahan Golden Globe yang berlangsung di Baverly Hills, Amerika Serikat, pada Minggu (17/1) dengan menjadi film terbaik dan sutradara terbaik.
Berikut daftar lengkap pemenang Golden Globe:
Film Terbaik (Drama)
Avatar
Nominator lain:
The Hurt Locker
Precious
Up In The Air
Inglourious Basterds

Baca Selengkapnya…

November 3, 2009

Kisah Nabi Muhammad Bakal Difilmkan

Author: halim inside - Categories: film - Tags: ,

muhammadKisah perjalanan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Islam segera dituangkan dalam film layar lebar. Adalah Almoor Hodings, perusahaan media yang berbasis di Qatar, mendanai film yang akan diproduseri Barrie Osborne, yang pernah menggarap The Lord of the Rings dan The Matrix.

Rencana proyek senilai 150 juta dolar AS (Rp 1,4 triliun) ini diumumkan di Qatar, Minggu (1/11). Selain Osborne, acara ini dihadiri Dr Yousuf Al Qardawi, pengamat sejarah Islam terkemuka di Doha dan Ahmed Al Hashemi, Direktur Alnoor Holdings.

“Saya terinsiprasi dengan kesempatan yang diberikan untuk mengangkat kisah sejarah dan perjuangan sosok yang sangat diagungkan di dunia,” terang Osborne.

Baca Selengkapnya…

May 18, 2009

ANGELS & DEMONS, Batas Tipis Antara Surga dan Neraka

Author: halim inside - Categories: film - Tags: , ,

angels-demonsSaat Leonardo Vetra, salah seorang ilmuwan yang bekerja di CERN, terbunuh, di dadanya terlihat sebuah tanda yang mengarah pada sebuah persaudaraan yang diduga telah musnah. Kematian yang tak wajar ini membuat para ilmuwan di CERN terpaksa harus menghubungi pakar simbol Robert Langdon (Tom Hanks).

Langdon yang semula tak percaya bahwa persaudaraan Illuminati ini masih ada mau tak mau harus menerima kenyataan karena tak ada orang yang sanggup membuat tanda ambigram sempurna yang menjadi simbol Illuminati kecuali dari persaudaraan rahasia ini sendiri.

Petualangan kemudian membawa Langdon dan Vittoria Vetra (Ayelet Zurer) yang ingin mengetahui pembunuh ayahnya ke Vatican di mana persaudaraan Illuminati mengancam akan meledakkan kota suci ini dan membunuh semua orang di dalamnya. Satu-satunya cara melacak si pembunuh adalah dengan mengikuti tanda-tanda yang ditinggalkan sang anggota Illuminati dengan harapan dapat mencegah pembunuhan massal ini.

Sayangnya sang pembunuh hanya meninggalkan petunjuk di atas mayat para Kardinal yang telah ia bunuh satu per satu. Kini Langdon dan Vetra harus berpacu untuk mendahului sang pembunuh atau semua Kardinal yang diculik mati dan tak ada petunjuk mengenai lokasi peledak yang dipasang persaudaraan Illuminati ini.

Seperti kebanyakan film yang diadaptasi dari novel, penyesuaian mesti dilakukan karena keterbatasan durasi tayang dan lain sebagainya. Ini yang sering kali membuat para fans novel merasa kecewa dengan visualisasi dari tulisan yang sempat mereka baca sebelumnya. Film berjudul ANGELS AND DEMONS ini juga bukan pengecualian. Bila Anda sempat membaca novelnya, Anda pasti tahu bahwa ada beberapa fakta atau detail yang harus ‘disesuaikan’. Terlepas dari segala ‘penyesuaian’ itu, film adalah sebuah karya yang layak dinilai sebagai dirinya sendiri.

angels-demons-20090212064343533_640wSebagai sebuah film, ANGELS AND DEMONS ini cukup mampu membawa inti permasalahan dari novel Dan Brown ke dalam bentuk visual. Ron Howard, sang sutradara sanggup membuat sebuah film yang cukup berimbang dan tak memihak mana pun. Agama dan ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan selama ada saling pengertian dan toleransi.

Karena keterbatasan waktu juga maka film ini jadi terasa bertempo sangat cepat. Tak ada waktu untuk menarik nafas atau beristirahat sejenak. Ini tak bisa dihindari juga karena versi novelnya juga punya tempo yang lumayan cepat meski masih ada titik-titik di mana kita diberi waktu untuk sekedar menghela nafas. Ron Howard sepertinya juga tak mau mengulang kesalahan yang terjadi pada THE DA VINCI CODE dan menghilangkan unsur romantis yang sebelumnya sempat dikritik karena tak ada chemistry antara Tom Hanks dan lawan mainnya.

Tampilan visual dari Sistine Chapel, Pantheon, Gereja dan Makam terlihat sangat mengagumkan meski Howard harus melakukan pengambilan gambar bukan di tempat aslinya. Sebuah tontonan yang menarik selama Anda tak membanding-bandingkannya dengan versi novelnya.

SUMBER