ist2 841836 vacation time 298x300 Liburan itu Perlu!Sebuah studi yang dilangsungkan di Boston, Amerika, menunjukkan bahwa karyawan yang mengambil cuti libur untuk bersantai akan merasa lebih bersemangat dan berkurang stresnya saat kembali kerja. Studi lain menunjukkan bahwa mengambil jatah cuti libur bisa menurunkan risiko terkena serangan jantung.

Anggaplah bahwa cuti libur memungkinkan Anda tidur lebih banyak dan nyenyak di malam hari, sehingga membuat tubuh segar di keesokan hari. Artinya, cuti libur yang bisa berlangsung 5-6 hari dalam setahun akan membuat Anda bersemangat kerja dan terdorong untuk lebih baik dalam bekerja. Dengan kata lain, liburan itu kebutuhan, bukan kemewahan.

Namun ketika tekanan pekerjaan makin tinggi dan tuntutan untuk menghasilkan uang makin banyak, perjuangan untuk bekerja lebih keras pun meninggi. Makin canggihnya teknologi juga memungkinkan Anda membawa pekerjaan ke mana pun Anda pergi. Alih-alih beristirahat, Anda malah memikirkan pekerjaan di tempat liburan. Bahkan ada pula yang menggunakan waktu cutinya untuk mengurus urusan keluarga, urusan dokter, urusan anak, atau urusan keluarga lainnya, yang artinya bukan benar-benar berlibur.

Perusahaan yang mempedulikan kesejahteraan karyawannya pasti mengetahui bahwa memeras agar karyawan bekerja terus bukanlah ide yang baik. Dengan mendorong karyawannya berlibur perusahaan juga bisa menurunkan biaya kesehatan yang harus dikeluarkan untuk membiayai tunjangan kesehatan pekerjanya.

Tips berlibur bebas stres
1. Pilih tujuan berlibur yang “aman di kantung” sejak jauh-jauh hari. Tak perlu lokasi mewah nan mahal untuk menikmati waktu libur Anda. Entah itu berlibur ke rumah sanak keluarga, ke pantai dekat tempat tinggal, atau berjalan-jalan naik sepeda berkeliling lingkungan tempat tinggal Anda. Anda tak mau kan, niatnya berlibur namun justru stres karena pengeluaran melonjak.

2. Siapkan pengganti Anda di kantor selama Anda pergi. Pilih rekan kerja yang bisa membantu menangani pekerjaan Anda dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari sana-sini tentang proyek yang sedang dikerjakan selama Anda pergi. Beri penjelasan kepada orang tersebut mengenai proyek yang sedang dikerjakan, di mana dokumen-dokumen berada, dan info-info lainnya. Pastikan Anda menawarkan bantuan yang sama kepada rekan tersebut sekembalinya Anda dari cuti libur.

3. Ubah pesan suara dan nyalakan automatic reply email yang mengabarkan cuti Anda dan kapan akan kembali. Adalah hal yang tak pantas jika Anda tidak membalas telepon dari klien. Namun jika Anda memberitahu kepergian Anda dan siapa yang harus dihubungi selama Anda tak ada, klien akan merasa dihargai dan tidak diabaikan.

4. Jangan memberikan nomor telepon pribadi Anda kepada semua orang selama Anda cuti. Cukup berikan nomor telepon Anda kepada satu rekan untuk hal-hal darurat. Dia akan menyaring kabar atau pertanyaan-pertanyaan penting yang perlu disampaikan kepada Anda selama cuti. Hal ini untuk menghindari banyaknya telepon yang kurang penting selama Anda berlibur.

5. Buatlah komitmen. Ada sebagian orang yang justru stres karena putus hubungan dengan pekerjaan sepenuhnya, tapi dengan sebentar-sebentar mencek email atau telepon malah membuyarkan inti dari cuti libur sesungguhnya. Buat komitmen dengan diri, keluarga, dan atasan Anda untuk membuat patokan waktu kerja selama berlibur. Misalnya, sekali sehari di sore hari. Atau jika memang harus membawa pekerjaan, batasi waktunya, misalnya maksimal satu jam per hari. Dan laksanakan komitmen tersebut.

SUMBER

Random Artikel