
Begini Sinopsisnya
Selepas SMU, Dika (Raditya Dika), yang juga dipanggil Kambing, harus melanjutkan pendidikan di Adelaide, Australia, mengambil major finance yang tidak sesuai minatnya. Maka dimulailah perjalanan Dika mencari jati diri: apa yang ingin dia lakukan dalam hidupnya sebenarnya?
Ketika dia menjalani kuliah di Australia, problem muncul dengan Kebo (Herfiza Novianti), pacarnya, karena harus menjalani Long Distance Relationship (LDR) yang menyebabkan pengeluaran keuangan sangat besar, komunikasi yang terganggu, dan kehidupan kuliah yang semakin lama membuat mereka berbeda.
Problem lainnya seperti bagaimana Dika mengalami kesulitan dalam belajar, dan kemunculan Sally Dickson, dosen bule yang lebih mirip tentara wanita, menambah dilema si Kambing dalam menyelesaikan masalah LDR dan finance (dalam dua arti sebenarnya: kebutuhan finance-nya dan sekolah finance-nya).
Pertemuannya dengan seorang teman SD, Ine (Sarah Shaftiri), yang
membaca blog Dika berjudul “Kambingjantan”, membuka pikirannya bahwa dia bisa saja jadi penulis komedi. Sedangkan, persahabatannya dengan Harianto (Edric Tjanra), anak Kediri yang juga LDR dengan pacarnya, menambah keyakinan Dika untuk terus menentukan: hidup seperti apa yang dia mau?
Karakter-karakter pendukung lainnya, seperti Mama Dika, adalah cerminan ibu yang berharap banyak pada anak sulungnya, “mama jaman sekarang” yang merasa sangat mengenal anaknya ternyata harus mengakui bahwa anaknya memiliki “kelebihan” lain. Papa Dika dan Adik-Adik Dika menjadi karakter-karakter yang memperkaya unsur komedi cerdas yang ada dalam film ini.
Review saia
Alhasil setelah nuntun premiernya maren.. Menurud saia ni pelem beda dengan pelem-pelem yang pernah beredar di Indonesia.. pelem ber genre komedi yang berbeda dari biasanya.. sesuai kata orang punjab ato hindia yang ada di pelem ntu.. “think Quality” (baca: baca dengan logat hindia)..!! Edric Tjanra uedan rek..!! kocak abis..!! bis ntu.. sound dan lagu-lagunya mantratab.. dah ah mujinya dikid aja..!!
Bad news nya.. dialog-dialog di pelem ini yang bertujuan untuk bikin penonton tertawa.. menurud saia, garing.. gak lucu… Scene-scene yang bikin ketawa dikuasai Edric Tjanra.. kek na sutradaranya Rudy Sudjarwo, kurang greget bikin pelem genre komedi.. klu Hanung Bramantyo mungkin jadinya beda (sok tau mode ON).. bis ntu ni pelem agak membosankan..
trus koq banyak scene-scene yang nampilin muka Raditya Dika segede gaban gitu.. klu d bioskop, mukanya penuh satu layar.. gila.. gak enak banged liad nya.. intinya ni pelem jauuuh dari harapan saia lah..!! tar saia tambahin lagi reviewnya..!! caw dolo.. lom blajar..!!
NB : Gile seharusnya gw blajar nih.. wat sidang skripsi.. masi sempet nulis blog.. argh kacau..!!





0 Comments until now
Add your Comment!